RenunganHarian Kristen: Rela Menderita 'Orang Kristen Sejati, Pasti Melewati Penderitaan' TRIBUNMANADO.CO.ID - Firman Tuhan adalah sulu dan pelita bagi umat kristen. Dengan Firman Tuhan, manusia
DalamDia ada masa depan. Ia adalah Allah yang memenuhi janji yang diikat dengan umat-Nya. Janji keselamatan dan masa depan Ia penuhi melalui jalan kelepasan. Sehingga dikatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang bersejarah dalam hidup manusia. 4. Karena memang Tuhan adalah perwujudan berkat dan belas kasihan, dan karena itu, setelah
FrancisS. Collins M.D. & Ph.D, Ketua Proyek Penelitian Gen Manusia di tahun 2007 lalu menyatakan bila DNA manusia menyimpan bukti keberadaan Tuhan. Dr. Collins mengungkapkan bila DNA adalah bahasa Tuhan, dan perwujudan dari rencana Tuhan yang juga bagian dari alam. Gen manusia memang sangat kompleks dengan bagian data mencapai miliaran.
AlkitabKristen Bilang Orang yang Bunuh Diri itu Berdosa, Ini Alasannya. Ada beberapa tokoh di dalam Alkitab yang mengalami keputusasaan. Salomo, sambil mengejar segala kenikmatan hidup, mencapai suatu titik dimana ia "membenci hidup" (Pengkhotbah 2:17). Elia sangat takut hingga mengalami depresi dan merindukan kematian (1 Raja-Raja 19:4).
Salahsatu bukti bahwa lafaz Allah tidak " musytaq " adalah jika ditambahkan " huruf nida " (huruf panggilan, seperti huruf " ya nida' " maka tidak berubah menjadi " Yaa ilah ", tetapi tetap "Yaa Allah". Sedangkan jika huruf nida ditambahkan pada kata " al-Rahman ", misalnya, maka akan berubah menjadi " Yaa Rahman " (perangkat ta'rif-nya hilang).
3Z4Dx. Hari 331 Kebijaksanaan Mazmur 1351–12 Perjanjian Baru 2 Petrus 11–21 Perjanjian Lama Daniel 224–312 pengantar Saya belajar dan berlatih hukum selama hampir sepuluh tahun. Dalam setiap kasus hukum, bukti sangat penting. Bukti penting bagiku. Saya tidak bisa menjadi orang Kristen jika saya tidak percaya bahwa iman kita didasarkan pada bukti yang meyakinkan. Ada bukti yang bagus untuk kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Selama beberapa tahun terakhir, telah ada serentetan buku oleh 'ateis baru' yang menunjukkan bahwa tidak ada bukti untuk Tuhan; bahwa Tuhan adalah 'khayalan' The God Delusion’ dan bahwa God is Not Great’ judul yang lain dari buku-buku ini. Meskipun tentu saja, Alkitab tidak berusaha memberikan bukti ilmiah untuk keberadaan Allah, itu menunjukkan bukti 'saksi mata' 2 Petrus 116 dan menyatakan bahwa 'ada Allah di surga' Daniel 228 dan bahwa 'Tuhan itu maha besar' Mazmur 135 5. Ada alasan bagus untuk menaruh kepercayaan Anda pada Tuhan. Anda akan bertumbuh dalam iman sewaktu Anda mempelajari kebenaran firman Allah dan dengan berani menyatakan bahwa 'Tuhan itu ada' dan 'Dia maha besar'. Mazmur 1351–12 Hanya TUHAN yang patut dipuji 135Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, 2 hai orang-orang yang datang melayani di rumah TUHAN, di pelataran rumah Allah kita! 3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! 4 Sebab TUHAN telah memilih Yakub bagi-Nya, Israel menjadi milik kesayangan-Nya. 5 Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. 6 TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; 7 Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya. 8 Dialah yang memukul mati anak-anak sulung Mesir, baik manusia maupun hewan, 9 dan mendatangkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat ke tengah-tengahmu, hai Mesir, menentang Firaun dan menentang semua pegawainya. 10 Dialah yang memukul kalah banyak bangsa, dan membunuh raja-raja yang kuat 11 Sihon, raja orang Amori, dan Og, raja negeri Basan, dan segala kerajaan Kanaan, 12 dan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka, milik pusaka kepada Israel, umat-Nya. Komentar Memberitakan kebesaran Tuhan Tuhan itu baik’ Ini adalah gugatan pemazmur Tuhan itu maha besar’ Ia mengingat hubungan Allah dengan umat-Nya Dia melihat dunia bahwa Allah menciptakan dan menopang dan dia bersaksi tentang perlindungan Allah yang luar biasa Berbagai pengalaman dan bukti ini mendasari keyakinannya pada kebesaran Tuhan. Menanggapi kebesaran Allah dalam ibadah. Sekali lagi pemazmur memanggil kita untuk 'memuji Tuhan' - panggilan yang diulang, dalam berbagai bentuk, lima kali dalam tiga ayat pertama. Puji Tuhan! DoaTuhan, hari ini aku ingin memuji-Mu dan menyembah-Mu. Aku mempercayai Engkau dengan hidupku lagi hari ini. 2 Petrus 11–21 SURAT PETRUS YANG KEDUA Salam 1Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Panggilan dan pilihan Allah 3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu. Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi 16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. Komentar Memberitakan kebenaran firman Tuhan Jika Anda menginginkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, sisihkan waktu untuk mengembangkan hubungan itu. Habiskan waktu dengan-Nya. Ketika Anda mempelajari firman-Nya, iman Anda bertumbuh dan hidup Anda berubah. Kekuatan semua hubungan, termasuk hubungan Anda dengan Tuhan, bergantung pada komunikasi. Dalam suratnya, 'Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus' kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus’ Imanmu berharga Kasih karunia’ dan damai sejahtera’ adalah dua karunia paling berharga yang pernah Anda alami dalam hidup. Petrus mengatakan bahwa mereka adalah milikmu 'melimpahi Anda oleh pengenalan akan Tuhan dan akan Yesus, Junjungan kita’ Iman bukanlah hal yang rasional. Ini adalah 'kebenaran' Beberapa orang saat ini berpikir bahwa Alkitab penuh dengan dongeng-dongeng isapan jempol manusia’ Tetapi Petrus menulis, 'Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya’ Petrus sedang berbicara secara khusus tentang perubahan bentuk ketika dia menyaksikan penyataan kemuliaan dan identitas Yesus lihat Markus 9; Matius 17; Lukas 9. Dia bersaksi, 'Kami melihat-Nya dengan mata kepala sendiri' Seorang saksi adalah kata yang digunakan untuk seseorang yang memberikan bukti di pengadilan. Bukti tentang Yesus lebih mirip dengan bukti hukum daripada bukti matematis atau ilmiah. Ada bukti dari saksi mata. Iman itu tidak irasional; itu berdasarkan apa yang mereka lihat. Petrus menegaskan, 'Kami tidak bisa lebih yakin tentang apa yang kami lihat dan dengar' 2 Petrus 119. Ada alasan bagus untuk percaya. Petrus juga mengingatkan mereka tentang kekuatan dan kepercayaan Alkitab 'Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.’ MSG. Roh Kudus masih berbicara melalui firman dalam Kitab Suci ini. Sewaktu Anda mengalami kehadiran dan kekuatan-Nya melalui mereka, maka mereka akan memperkuat kebenaran imanmu. Iman bukan hanya seperangkat gagasan - tetapi mengubah cara Anda dalam menjalani hidup. Petrus menjelaskan bahwa melalui Roh Kudus 'kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh’ Dalam terang ini, dia menjelaskan bahwa Anda perlu 'melengkapi iman dasar Anda'. Kemudian Petrus menuliskan berbagai kualitas yang perlu Anda usahakan untuk dikembangkan - 'menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasa diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang’ Hal-hal ini akan menjauhkan Anda dari menjadi seorang Kristen yang tidak efektif dan membantu Anda tetap kuat dalam iman sampai akhir DoaTuhan, terima kasih bahwa iman kami didasarkan pada kesaksian yang kuat dari para saksi mata dan atas pengalaman kami menjalin hubungan dengan-Mu. Bantu aku untuk tumbuh dalam hubungan itu karena aku percaya akan kebenaran firman-Mu. Daniel 224–312 24 Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian “Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!” 25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian “Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja.” 26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?” 27 Daniel menjawab, katanya kepada raja “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. 28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini 29 Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi. 30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku. 31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. 32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. 34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. 35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. 36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja 37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu – tuankulah kepala yang dari emas itu. 39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. 40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. 44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” 46 Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya. 47 Berkatalah raja kepada Daniel “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” 48 Lalu raja memuliakan Daniel dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. 49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja. Perapian yang menyala-nyala 3Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. 2 Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu. 3 Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. 4 Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring “Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa 5 demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu; 6 siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!” 7 Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. 8 Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. 9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar “Ya raja, kekallah hidup tuanku! 10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu, 11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.” Komentar Memberitakan bahwa Tuhan itu ada’ Menolak untuk menyesuaikan diri dengan standar dunia. Milikilah keberanian untuk menyatakan bahwa Tuhan itu ada' terlepas dari apa yang orang lain katakan dan lakukan. Saya pernah mengenal seorang pria saleh yang dijuluki 'Gibbo', pada saat dia muda, bekerja sebagai pegawai di Selfridges, department store London. Suatu hari, ketika pemilik Gordon Selfridge ada di sana, telepon berdering dan Gibbo menjawabnya. Penelepon itu meminta untuk berbicara dengan Gordon Selfridge. Gibbo meneruskan pesan itu dan Selfridge menjawab, "Katakan padanya aku keluar." Gibbo mengulurkan gagang telepon kepadanya dan berkata, "Anda katakan padanya bahwa Anda keluar." Gordon Selfridge menerima telepon itu, tetapi marah padanya. Gibbo berkata kepadanya setelah itu, "Kalau aku bisa berbohong untukmu, aku bisa membohongimu." Daniel dan ketiga temannya percaya bahwa 'Allah itu ada', dan karena itu mereka menolak untuk berkompromi. Melalui kehidupan dan bibir mereka, mereka dengan berani menyatakan, Tuhan itu ada'. Daniel yakin bahwa 'di sorga ada Allah’ 228, dan keyakinan ini mendukung kedua kisah dalam bagian Perjanjian Lama hari ini. Dalam pasal kedua, kita membaca keyakinan Daniel bahwa Allah 'menyingkapkan rahasia' dan kesediaannya untuk bertindak berdasarkan keyakinan tersebut. Dalam pasal ketiga, kita melihat ketiga temannya yang bersedia mengambil risiko kematian karena keyakinan mereka bahwa Allah ada, dan komitmen mereka untuk hanya menyembah Dia saja. Daniel cukup rendah hati untuk mengakui bahwa penafsiran telah diberikan, bukan karena kebijaksanaannya, tetapi karena kasih karunia Allah Tuhan memberi tahu Nebukadnezar tiga hal, yang benar untuk Anda juga Pertama, semua yang Anda miliki telah diberikan kepada Anda oleh Allah. Kedua, Tuhan telah menempatkan Anda pada posisi di mana Anda berada. Ketiga, Tuhan telah menjadikan Anda siapa Anda. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk kesombongan, keangkuhan, atau kepuasan diri. Kemampuan, karunia, dan sumber daya Anda semuanya diberikan kepadamu oleh Tuhan. Daniel terus menafsirkan mimpi Akan ada hak waris kerajaan mungkin Babylonia, Media-Persia, Yunani di bawah Alexander Agung dan Romawi. Poin utamanya adalah bahwa semua kerajaan di dunia - baik itu Babel, Romawi, Inggris, Soviet, Amerika atau Cina - semuanya berakhir. Tidak ada yang abadi. Daniel kemudian berbicara tentang sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan tetapi akan bertahan selamanya Kerajaan ini didasarkan pada batu yang dipotong dari gunung bukan dari tangan manusia sebuah batu yang meremukkan besi, tanah liat, tembaga, perak, dan emas itu menjadi potongan-potongan Batu ini 'memukul patung itu' dan 'menjadi gunung yang sangat besar dan memenuhi seluruh bumi' Sekarang, melalui Yesus, kita melihat bahwa batu itu adalah Kristus lihat Yesaya 2816; 1 Petrus 2 4–8; Mazmur 11822–23. Dia memiliki asal-usul ilahi. Ia adalah Anak Allah 'batu karang dipotong, tetapi bukan oleh tangan manusia', Daniel 234. Kerajaan-Nya telah melihat pertumbuhan fenomenal 'memenuhi seluruh bumi', Sekarang ada lebih dari dua miliar orang di dunia yang mengaku nama Yesus. Kerajaan-Nya memiliki kualitas yang kekal Yaitu, 'Kerajaan kekal dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus' 2 Petrus 111. Posisi Daniel sendiri tercapai, bukan oleh ambisi duniawi tetapi oleh campur tangan ilahi atas nama seseorang yang tujuannya hanya untuk menaati Tuhan daripada manusia. Dia tidak mencari atau mendambakan penegasan manusia seperti para penyihir istana Nebukadnezar, tetapi mengenal Bapa dan mencari kesenangan-Nya. Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berkomitmen kepada Allah dan siap mati untuk keyakinan mereka Daniel 3. Mereka bersedia mempertaruhkan segalanya pada fakta bahwa memang ada Tuhan dan Dia maha besar. DoaTuhan, tolong aku untuk mewartakan kepada dunia, oleh hidupku, dan bibirku, bahwa ada Tuhan dan bahwa Dia Maha Besar. Pippa menambahkan 2 Petrus 15–8 Jika kita tidak ingin menjadi 'tidak efektif dan tidak produktif' dalam iman kita, kita perlu terus menambahkan lebih banyak lebih banyak pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan, dan kasih setia. Kita seharusnya tidak pernah puas di mana kita berada, tetapi selalu mencari 'ukuran yang meningkat'. ayat hari ini 2 Petrus 12 'Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.' Email Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day. Website Start reading today’s devotion right here on the BiOY website. Read now Referensi The One Year is a registered trademark of Tyndale House Publishers. Used by permission. Nicky Gumbel, The Jesus Lifestyle Hodder & Stoughton, 2018, Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790. Scripture marked MSG taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.
Mengapa aku bereaksi demikian? Mengapa aku seperti ini? Dapatkah aku berubah? Itu adalah pertanyaan yang terkadang kita tanyakan pada diri kita sendiri. Dan kala lain, kita juga mengajukan pertanyaan itu terkait orang lain mengapa orang itu seperti itu? Mari kita melihat lebih dalam pada pertanyaan ini untuk melihat tujuan kita untuk lebih menjadi seperti Yesus Kristus, membiarkan Dia untuk bertindak dalam hidup kita. Proses ini meliputi semua dimensi dari seseorang, yang dalam menjadi kudus, mempertahankan kemanusiaan yang asli sambil mengangkatnya selaras dengan panggilan Kristiani sungguh Allah dan sungguh manusia perfectus Deus, perfectus homo. Dalam Dia kita mengkontemplasikan manusia yang sejati. “Kristus Sang Penebus secara penuh membuka manusia terhadap dirinya sendiri. Bila kita boleh menggunakan ungkapan, ini adalah dimensi kemanusiaan dari misteri Penebusan. Di dalam dimensi ini, manusia menemukan kembali kebesaran, harga diri dan nilai yang terkandung dalam kemanusiannya.” [1]Kehidupan baru yang kita peroleh melalui Pembaptisan diperuntukkan untuk dibangun sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pemahaman akan Sang Putra Allah, untuk mematangkan kedewasaan, hingga ukuran dari keadaan kepenuhan dalam Kristus [2]. Unsur kekudusan, yang supernatural, sangat menentukan dalam kesucian pribadi, menyatukan dan menyelaraskan semua segi kemanusiaan. Tetapi janganlah kita melupakan bahwa terkandung di sini, sebagai sebuah hakekat dan unsur yang dibutuhkan, adalah kemanusiawian “Apabila kita menerima tanggung jawab untuk menjadi anak Tuhan, kita akan menyadari bahwa Tuhan menginginkan kita untuk menjadi sangat manusiawi. Kepala kita harus sungguh menyentuh surga, tetapi kaki kita seharusnya dengan kuat berdiri di atas tanah. Harga untuk hidup sebagai orang Kristen adalah tidak untuk berhenti menjadi manusia atau meninggalkan usaha untuk mendapatkan keutamaan yang orang miliki tanpa mengenal Kristus. Sebuah harga yang harus dibayar untuk setiap orang Kristen adalah Darah penebusan dari Tuhan kita dan Dia, saya bersikeras, ingin agar kita menjadi sangat manusiawi dan sangat suci, berjuang setiap hari untuk meneladani Dia yang sungguh Allah, perfectus Deus, perfectus homo.” [3]Tugas untuk membangun karakterTindakan rahmat dalam jiwa berjalan bersamaan dengan pertumbuhan kedewasaan manusia, dengan menyempurnakan karakter kita. Jadi sambil menanamkan nilai-nilai keutamaan supernatural, seorang Kristen yang mencari kekudusan akan berjuang untuk mencapai cara-cara bersikap dan berpikir yang mencerminkan seseorang sebagai seorang dewasa dan seimbang. Dia akan termotivasi tidak hanya dengan keinginan untuk kesempurnaan saja tetapi dengan keinginan untuk mencerminkan hidup Kristus. Demikian Santo Josemaria mendorong kita untuk memeriksa diri kita “Anakku, dimana orang menemukan di dalam dirimu Kristus yang mereka cari? Di dalam kesombonganmu? Di dalam keinginanmu untuk menunjukkan dirimu kepada yang lain? Di dalam kekurangan kecil yang tidak mau kau atasi? Di dalam sikap keras kepalamu? Apakah Kristus bisa ditemukan di sana? Tidak, Dia tidak ada!” Jawabannya memberikan kita petunjuk untuk upaya ini “Engkau perlu untuk memiliki kepribadianmu sendiri, setuju. Tetapi engkau harus mencoba membuatnya persis seperti Kristus.” [4]Kepribadian kita pertama kali dipengaruhi apa yang kita warisi, yang mulai diwujudkan sejak lahir, seringkali disebut sebagai watak. Juga dipengaruhi dari faktor-faktor yang terhubung dengan didikan kita, keputusan pribadi, hubungan dengan orang lain dan dengan Tuhan, dan masih banyak faktor lain, bahkan mungkin yang tidak sadari. Semua hal ini membawa berbagai macam tipe kepribadian atau karakter extrovert atau peragu, bersemangat atau pendiam, pemberani atau penakut , dan lain-lain, terlihat di dalam cara orang itu bekerja , atau berkomunikasi dengan orang lain, dari mempertimbangkan kejadian sehari-hari. Dasar-dasar ini mempengaruhi kehidupan moral setiap manusia, yaitu mendukung pengembangan nilai-nilai keutamaan tertentu, atau jika usaha untuk memperoleh hal itu kurang, tampak sebagai kekurangan-kekurangan. Sebagai contoh, kepribadian yang wirausaha dapat lebih mudah memperoleh keutamaan kerja keras hanya jika orang itu memiliki disiplin yang diperlukan untuk menghindari kekurangan berupa ketidakstabilan dan mengandalkan kepribadian kita dalam menuntun kita menuju kepada jalan kekudusan. Tingkah laku setiap orang bagaikan tanah yang subur yang butuh untuk diolah. Bila kita dengan sabar dan dengan suka cita menyingkirkan batu dan ilalang yang menghalangi tindakan dari rahmat, lahan itu akan menghasilkan buah, beberapa seratusan kali lipat, beberapa enam puluh, beberapa tiga puluh [5]. Semua pria dan wanita dapat menjadikan talenta yang diterima dari tangan Tuhan berbuah, apabila mereka menyediakan diri untuk diubah oleh tindakan dari Roh Kudus, menempa kepribadian yang mencerminkan wajah Kristus. Tetapi ini tidak berarti menghilangkan karakter individu seseorang. Santo Josemaria menekankan “Engkau harus berbeda dari satu dengan yang lainnya, seperti para Kudus di surga adalah berbeda, masing-masing memiliki kepribadian dan karakter masing-masing.” [6]Sambil kita perlu menguatkan dan memoles kepribadian agar terjaga pada jalan hidup Kristiani, kita tidak berusaha keras untuk menjadi seperti “superman.” Tetapi teladan kita selalu Yesus Kristus, yang memiliki sifat kemanusiaan seperti kita, tetapi sempurna dalam kewajaran dan ditinggikan oleh rahmat. Tentunya, kita juga memiliki contoh hidup yang mulia seperti Bunda kita dalam Maria kita melihat kepenuhan dari kemanusiaan dan kewajaran. Kerendahan hati dan kesederhanaan dari Maria yang termahsyur, kemungkinan yang paling di hargai dari kualitasnya dalam keseluruhan tradisi Kristiani, bersamaan dengan kedekatan dan kasih sayang yang lemah lembut kepada semua anak-anaknya, nilai keluhuran dari seorang ibu yang baik, adalah merupakan penegasan yang terbaik dari kesempurnaannya. Walaupun masih sebagai ciptaan kita dapat menyebut Maria “tidak ada yang lebih besar daripada engkau, selain Tuhan!” [7] Karena dia sepenuhnya manusia, dengan sifat kewanitaan yang mempesona Seorang wanita par excellence!Kedewasaan manusiawi dan supernaturalKata “kedewasaan” berarti menjadi matang, tumbuh sempurna, dan lebih lagi mengacu kepada kepenuhan makhluk. Oleh sebab itu, sudut pandang terbaik dapat ditemukan dalam kehidupan Tuhan kita. Merenungkan di dalam Kitab Suci bagaimana Kristus berhubungan dengan orang, ketabahan hati-Nya dalam penderitaan, keputusan-Nya dalam mengambil tugas yang di terima dari Sang Bapa – di sini kita menemukan kriteria dari saat yang bersamaan, iman kita menggabungkan semua nilai mulia yang ditemukan dalam kebudayaan yang berbeda. Jadi sangatlah berguna untuk mempertimbangkan kriteria tradisional dari kedewasaan manusia, sambil memurnikannya. Upaya ini telah dilakukan sepanjang sejarah dari spritualitas Kristiani, lebih kurangnya. Sebagai contohnya, masa klasik Greco-Roman, yang telah di-Kristenisasi oleh kebijaksanaan para Bapa Gereja, secara khusus menanamkan hikmat dan kebijaksanaan sebagai pokok dari kedewasaan manusia, dipahami dengan berbagai pengertian. Ahli filsafat dan teologi Kristen pada masa Gereja perdana memperkaya pandangan ini, menunjukkan keunggulan dari nilai luhur teologi, terutama kasih, yang mengikat semuanya menjadi satu dalam keselarasan sempurna, [8] sebagaimana yang dikatakan Santo Paulus, dan memberi bentuk pada semua hari dan masa kita sekarang, penelitian mengenai kedewasaan manusia telah dilengkapi dengan berbagai sudut pandang berbeda yang ditawarkan oleh ilmu modern. Temuan-temuan tersebut berguna sejauh dimulai dari pandangan pribadi manusia yang terbuka pada pesan Kristiani. Maka dari itu, beberapa cenderung membedakan tiga kunci dasar dari kedewasaan intelektual, emosional, dan sosial. Ciri penting dari kedewasaan intelektual meliputi konsep diri yang memadai dengan kedekatan hubungan antara bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri dan bagaimana realitas seseorang itu, dengan dasar yang kuat dari kejujuran terhadap diri sendiri; tujuan dan capaian yang didefinisikan dengan jelas, dengan cakrawala yang terbuka dan tidak terbatas; kumpulan nilai yang selaras; kepastian etik dan moral; suatu realisme sehat dalam hubungan dengan pribadi dan orang lain; kemampuan untuk analisis reflektif dan tenang terhadap permasalahan; kreativitas dan inisiatif; dan ciri dari kedewasaan emosional, tanpa bermaksud untuk berpanjanglebar, meliputi reaksi seimbang terhadap kejadian-kejadian dalam hidup, tanpa dilemahkan oleh kegagalan atau menjadi tidak realistis setelah keberhasilan; kapasitas untuk kontrol diri yang fleksibel dan membangun; kemampuan untuk mencintai dan memberikan diri dengan murah hati kepada sesama; kepercayaan diri dan keteguhan dalam membuat keputusan dan komitmen; ketenangan dan kemampuan untuk mengatasi tantangan dan kesulitan; optimisme, suka cita, keramahan dan rasa humor yang sebagai unsur-unsur dari kedewasaan sosial, kita temukan sebuah ketulusan kasih sayang kepada yang lain, menghormati hak mereka, dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan mereka; menjadi pengertian pada saat menghadapi perbedaan pendapat, nilai, atau budaya, tanpa jatuh dalam prasangka negatif; kebebasan dan sikap kritis menghadapi budaya, tekanan kelompok, atau gaya yang dominan, kewajaran dalam sikap seseorang yang menuntun pada bersikap tidak melulu konvensionalis ikut arus; kemampuan untuk mendengarkan; kemampuan untuk bekerja dengan orang menuju kedewasaanKita dapat merangkum karakter ini dengan mengatakan bahwa orang yang dewasa dapat membangun proyek hidup yang mulia, jelas, dan masuk akal, dengan pandangan positif yang dibutuhkan untuk dapat melakukannya kapanpun. Dalam segala hal, kedewasaan adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu, dan melewati berbagai kejadian dan tingkatan. Kedewasaan tumbuh secara bertahap, walaupun kejadian yang spesifik dalam kehidupan seseorang dapat membawa kemajuan yang pesat. Sebagai contohnya, kelahiran dari anak pertama adalah sebuah kejadian penting dimana dapat secara tiba-tiba menyadarkan orang pada kesadaran dari tanggung jawab yang baru atau. Atau mengalami kesulitan ekonomi serius dapat menghasilkan suatu evaluasi baru dari apa yang benar-benar penting dalam kehidupan dan rahmat untuk mengubah adalah factor signifikan dalam jalan menuju kedewasaan. Kita melihatnya lebih baik dalam Orang Kudus yang dikenal baik memiliki prinsip yang tinggi, pendirian yang kuat, kerendahan hati mereka konsep diri yang paling memadai, kreatifitas dan inisiatif mereka yang tidak terbatas, kapasitas mereka untuk berkorban dan kasih tercermin dalam perbuatan, optimisme mereka yang menular, keterbukaan mereka yang efektif dan universal, nyata dalam semangat kerasulan mereka. Sebuah contoh yang jelas adalah kehidupan dari Santo Josemaria, yang dari mudanya merasakan peran rahmat dalam memperkuat kepribadiannya. Sekalipun menghadapi banyak kesulitan, sewaktu masih cukup muda dia merasakan di dalam dirinya kedamaian hati yang luar biasa. “Aku percaya bahwa Tuhan telah memberikan di dalam jiwaku sebuah karakteristik kedamaian – sebuah kemampuan untuk merasakan damai dan memberikan damai – menilai dari apa yang aku telah lihat dari orang yang pernah aku temui atau bimbing.” [9] Sebuah kalimat dari Kitab Mazmur sangatlah sesuai berlaku untuk dia Super senes intellexi quia mandata tua quaesivi [10] Aku memiliki pengertian lebih daripada para tetua, karena aku telah memegang perintah-perintah-Mu. Tetapi semua ini sangatlah sesuai dengan realita dari kedewasaan yang biasanya diperoleh dari waktu ke waktu, melewati kegagalan dan keberhasilan yang adalah bagian dari tindakan dari Penyelenggaraan kepada rahmat dan waktuWalaupun seringkali terlihat jelas ketika seseorang telah mencapai tingkat tertentu dari kedewasaan hidup, tugas untuk untuk memperbaiki jalan hidup seseorang adalah tugas seumur hidup. Pengetahuan diri dan menerima karakter diri sendiri akan memberikan kita damai yang dibutuhkan agar tidak berkecil hati dalam berusaha. Ini tidak berarti menjadi puas dengan apa yang telah kita capai. Lebih kepada mengenali bahwa kekudusan heroik tidak perlu memiliki kepribadian yang sempurna atau menginginkan sebuah jalan hidup yang ideal. Kekudusan membutuhkan kesabaran dari pergumulan sehari hari, menyadari kesalahan kita, dan meminta pengampunan.“Kisah nyata dari kehidupan para pahlawan Kristiani menyerupai pengalaman diri kita sendiri mereka berjuang dan menang; mereka berjuang dan kalah. Lalu, dengan sikap tobat, mereka kembali menjadi tenang.” [11] Tuhan melihat upaya kita secara terus menerus sepanjang waktu untuk memoles cara hidup kita. Seperti ketika seseorang memberitahukan kepada pelayan Tuhan Dora del Hoyo menjelang akhir hidupnya “Dora, tidak ada seorangpun yang melihat kamu dan percaya apabila mereka melihat kamu seperti sekarang ini! Kamu seperti orang yang berbeda.” Dia tertawa, mengetahui dengan jelas apa yang aku maksudkan.” [12] Orang ini membantu Dora untuk mengenali bagaimana, dari tahun ke tahun, karakter dia telah mencapai tingkatan dari ketenangan hati yang membuat dia berbalik dari temperamen yang keras. Di dalam upaya ini kita selalu bergantung kepada bantuan dari Tuhan kita dan perhatian keibuan Maria “Bunda kita melakukan itu untuk kita. Maria membantu kita untuk bertumbuh secara manusiawi dan dalam iman, menjadi kuat dan tidak menyerah kepada pencobaan menjadi orang dan orang Kristen yang dangkal, tetapi untuk hidup bertanggung jawab, selalu meningkat menuju apa yang tertinggi.” [13]Dalam editorial selanjutnya, kita akan mempertimbangkan berbagai macam aspek dari pembangunan karakter, dan menunjukkan beberapa ciri kunci dari kedewasaan Kristiani. Kita akan mengkontemplasikan pada bangunan dimana Roh Kudus membangun dalam jiwa kita, dengan kerja sama aktif dari kita. Dan kita akan melihat pada berbagai karakteristik yang diperlukan dari pondasi untuk memastikan struktur yang kokoh, dan memperbaiki celah yang mungkin timbul. Sungguh tantangan yang menarik untuk menempa kepribadian yang mencerminkan wajah Kristus Yesus!Bapa Gereja Santo Agustinus mengatakan “selama kita hidup, kita berjuang. Dan selama kita berjuang, itu adalah tanda bahwa kita tidak terkalahkan dan Roh yang baik ada di dalam kita. Dan apabila kematian tidak menemukan engkau sebagai seorang pemenang. Dia akan menemukan engkau sebagai seorang pejuang.”[1] St Yohanes Paulus II, Ensiklik Redemptor hominis, 4 Maret 1979, 10.[2] Efesus 413.[3] Santo Josemaria, Friends of God, 75.[4] Santo Josemaria, The Forge, 468.[5] Matius 138.[6] Santo Josemaria, The Way, 947.[7] Santo Josemaria, The Way, 496.[8] Kolose 314.[9] Santo Josemaria, Intimate Notes, no. 1095, dikutip dalam Andrés Vázquez de Prada, The Founder of Opus Dei, vol. I, Scepter, New York 2001, p. 481.[10] Mazmur 118 Vulgata.[11] Santo Josemaria, Christ is Passing By, 76.[12] Recollections of Rosalia Lopez Martinez, Rome, 29 November 2006 AGP, DHA, T-1058, dikutip dalam Javier Medina. Dora del Hoyo, A Lighted Lamp. Scepter, London-New York 2014, p. 94.[13] Paus Fransiskus, Homily before the image of Sancta Maria Salus Populi Romani, 6 Mei 2013.
Seperti apakah konsep Tuhan dalam agama Kristen? Dan apakah perbedaannya dengan Allah SWT dalam Islam? Secara sederhana artikel ini akan menjawab kedua pertanyaan tersebut. Tuhan adalah Roh. Alkitab dalam 2 Korintus 317 mencatat “Sebab Tuhan adalah Roh…”. Demikian juga dalam Yohanes 424 menyebutkan “Allah itu Roh…”. Hakekat Tuhan yang diajarkan dalam Alkitab sebagai dasar iman Kristen adalah Roh. Roh di sini tidak dibatasi oleh apapun dan yang tidak terbatas ini tidak memiliki wujud. Wujud adalah sebuah bentuk yang dapat diketahui oleh panca indra. Karena Tuhan adalah Roh maka Dia tidak berwujud dan tidak dapat digambarkan oleh benda atau materi apapun di alam semesta. Tuhan yang adalah Roh juga memiliki kepribadian. Ia adalah pribadi yang memiliki pikiran, kehendak dan perasaan. Itulah sebabnya kita melihat dalam Alkitab Tuhan berfirman, Dia berfirman tanda bahwa Dia memiliki pikiran Yang mahatahu. Tuhan memerintahkan ini dan itu untuk ditaati dan melarang ini dan itu untuk dilakukan tanda bahwa Tuhan memiliki kehendak. Dia juga dapat senang dan sedih bahkan hati-Nya bisa tersakiti tanda bahwa Tuhan memiliki perasaan. Inilah Tuhan yang dicatat dalam Alkitab. Bagaimana dengan Allah SWT dalam Al-quran? Allah SWT bukanlah Roh. Allah SWT adalah Dzat. Apa ini Dzat? Dzat di sini adalah sesuatu yang membuatNya berbeda dengan semua yang ada di alam semesta. Allah SWT ini juga dikenal dengan Asmaul Husna 99 nama Allah. Kita tahu manusia dan malaikat adalah cerminan dari pencipta-Nya. Manakah yang lebih menyerupai sang pencipta “Tuhan yang adalah Roh atau Allah SWT yang adalah Dzat”? Alkitab mencatat manusia adalah gambar dan rupa Allah karena itulah kita melihat manusia adalah mahluk yang berkepribadian dan memiliki roh. 2. Konsep Tuhan Kristen dalam Alkitab dan Al-quran. a. Tuhan dalam iman Kristen adalah Esa. Tetapi Al-quran mencatat “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga,…” Qs 573. Qs 573 memberi kesan bahwa orang Kristen percaya akan adanya tiga Tuhan. Faktanya Alkitab tidak pernah percaya pada tiga Tuhan. Alkitab mencatat Tuhan itu Esa. “TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” Ulangan 64. b. Tuhan dalam Iman Kristen menurut Alkitab adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Esa. Tetapi, Al-quran mencatat “…Hai ’Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia ’Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’” Qs 5116. Qs 5116 memberi kesan bahwa orang Kristen menyembah Maryam sebagai Tuhan. Padahal Alkitab tidak pernah mencatat Maryam sebagai Tuhan. c. Tuhan dalam iman Kristen tidak dilahirkan secara jasmani. Al-quran mencatat “Allah Tidak beranak dan diperanakkan.”Al-Ikhlas Surat Al-Ikhlas ayat 3 ini memberi kesan bahwa orang Kristen percaya bahwa Tuhan dilahirkan secara jasmani. Faktanya Alkitab mencatat Tuhan tidak beranak dan diperanakkan secara jasmani. “Pada mulanya adalah firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah” Yohanes 11. Yesus Kristus adalah Firman. Dia ada sebelum segala sesuatu ada. Jadi, di sini Al-quranlah yang menyesatkan orang-orang Islam, karena memberikan informasi yang salah tentang iman Kristen seperti yang tertulis dalam Alkitab. Dengan kata lain, Al-quranlah yang percaya bahwa Tuhannya orang Kristen itu ada tiga, bukan Alkitab. Alias orang muslimlah yang mengimani bahwa Tuhannya orang Kristen itu ada tiga, sementara orang Kristen tidak mengimani hal itu. 3. Bisakah Tuhan menjadi manusia? Tuhan itu Maha Kuasa. Kemahakuasaan-Nya tentu dapat melakukan hal itu. Tuhan dapat menjadi manusia. Jika Tuhan tidak dapat menjadi manusia maka Dia bukanlah Tuhan yang Maha Kuasa. Dengan menjadi manusia, Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya. Salah satu perbedaan Tuhan yang benar dengan tuhan yang palsu adalah Tuhan yang benar dapat menampakkan diri kepada manusia. Sementara tuhan yang palsu hanya ada dalam pikiran dan angan-angan para penganutnya. Tuhan yang benar memperlihatkan diri-Nya kepada umat manusia. Tuhan dalam Alkitab memperlihatkan diri-Nya kepada Adam. Tuhan berjalan bersama Adam di taman Eden. Tuhan juga menampakkan diri-Nya kepada Abraham dan Tuhan juga menjadi manusia dalam pribadi Yesus Kristus, ribuan tahun yang lalu. 4. Tuhan Yesus dalam Alkitab BUKANLAH Isa Almasih dalam Al-quran. Di sini kita hanya menyebut lima perbedaan dari puluhan perbedaan antara Yesus Kristus dan Isa Almasih. Yesus Kristus di Salib, mati dan bangkit pada hari ketiga 1 Korintus 154. Isa Almasih tidak di Salib, tidak mati dan tidak bangkit Surat An-Nisa, ayat 157.Yesus Kristus lahir di kandang domba Lukas 27. Isa Almasih lahir di bawah pohon kurma QS Maryam 23-26.Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi manusia Yohanes 114. Isa Almasih adalah manusia biasa An-Nisa ayat 171.Yesus Kristus lahir seperti manusia pada umumnya tidak bisa langsung bicara. Isa Almasih saat lahir sudah langsung bisa bicara Ali Imran 45-46.Yesus Kristus akan datang kembali untuk menghakimi dunia Kisah Para Rasul 1731. Isa Almasih akan datang untuk mendirikan sholat dan membunuh Dajjal Tafsir al-Kabir/Mafatih al-Ghayb, juz 8. Dari kelima perbedaan ini, kita mengetahui Al-quran sedang mencatat seorang pribadi yang berbeda dengan yang Alkitab tulis. Jika yang Al-quran maksud, Isa Al-Masih dalam Al-quran itu adalah Yesus Kristus dalam Alkitab maka Al-quran sedang melakukan penghilangan identitas asli Yesus Kristus. Yesus Kristus dalam bahasa Arab namanya adalah Yasū ̀a almasih. Nama ini telah di pergunakan oleh umat Kristen di Arab, jauh sebelum Muhammad lahir sampai sekarang ini. Kristen di Arab tidak menyebut Yesus Kristus sebagai Isa Almasih. Kata “Isa” ini hanya ada dalam iman muslim. Iman Kristen di Arab tidak mengenal nama “Isa”. Anehnya ada kelompok Kristen yang menyebut Yesus Kristus dan Isa-Almasih adalah sama. Ini disebabkan ketidaktahuan mereka bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Tuhan tidak berbicara melalui kitab-kitab lain karena semua kitab lain secara mendasar bertentangan dengan demi penginjilan, mereka melakukan pendekatan kepada umat Muslim dengan melihat kesamaan. Ini tindakan yang tidak bijak karena menghalalkan cara yang salah untuk menginjil. Ada juga kelompok Islam yang menyamakan Isa-Almasih dan Yesus Kristus itu sama. Tujuannya untuk mencari dukungan dari Alkitab bahwa Al-quran adalah firman Allah. Ini bertolak belakang dengan Alkitab. Alkitab tidak membutuhkan dukungan dari kitab-kitab mana pun untuk membuktikan dirinya adalah firman sarana dakwah kepada umat Kristen. Dengan melakukan pendekatan ini, banyak orang Kristen yang mampu mereka kelabuhi. Dan tentu saja yang mereka kelabuhi ini adalah orang-orang Kristen yang menganggap Isa Al-masih adalah orang yang sama dengan Yesus Kristus. 5. Alkitab berkata Tuhan itu Esa BUKAN Tauhid. “TUHAN itu esa!” Ulangan 64. “Satu Allah” Efesus 46. “Allah adalah satu” Galatia 320. “Allah yang satu itu” Roma 1012. “Satu Allah” Roma 329-30. “Satu-satunya Allah ” Yohanes 173. “Dia esa” Markus 1232. Tuhan itu Esa satu dalam semua sifat-sifat-Nya dan dalam kuasa-Nya. Sebagaimana tertulis “Berfirmanlah Allah Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita…”Kejadian 126. “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” 1 Yohanes 57. “Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” Matius 2819. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” 2 Korintus 1313. Tuhan yang Esa satu menyatakan dirinya dalam pribadi Bapa, Anak Yesus Kristus dan Roh Kudus. Ada kejamakan dalam ke esaan Tuhan. Tetapi dalam Al-quran hanya mencatat istilah Wahid satu, tetapi tidak ada istilah Tauhid dalam Al-quran. Istilah Tauhid adalah penambahan istilah dari para ahli tafsir Muslim untuk menjelaskan konsep ke Tuhanan mereka. Yang pasti Allh SWT itu adalah satu saja. Entah satu dalam pengertian apa kita tidak tahu. Dan bagaimana Dzat Allah ini kita juga tidak tahu. Yang pasti Tuhan pencipta langit dan bumi adalah Roh dan berpribadi. Mengapa Tuhan Yang Esa dalam pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus? Karena Allah Maha Kasih. Kasih hanya dapat ada, JIKA ada yang dikasihi dan ada yang mengasihi. Dalam kekekalan, Bapa mengasihi Anak dan Anak mengasihi Bapa. Jika tidak ada yang dikasihi maka tidak ada gunanya kasih. Kalau hanya ada satu saja seperti Allah SWT yang mutlak satu, lalu bagaimana kasih dapat diterapkan? Siapa yang Dia kasihi sebelum ada yang lain? Paling banter Allah SWT mengasihi diriNya sendiri, tapi apa mengasihi diri sendiri itu baik? Alkitab mencatat ada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Karena Alkitab adalah satu-satunya Firman Tuhan, maka sumber informasi yang dapat dipercaya adalah Alkitab. Tuhan yang Esa memberitahu siapa diri-Nya HANYA melalui Alkitab. Di luar Alkitab, penjelasan tentang Tuhan yang Esa adalah salah dan menyesatkan. Alkitab berkata Tuhan itu Esa dalam pribadi Bapa, Anak dan Roh Kudus. 6. Istilah “Allah” dalam Iman Kristen dan Iman Islam. Persamaan kata “Allah” dalam Alkitab dan Al-quran. Kata “Allah” dalam Alkitab dipakai sebagai nama sesembahan. Nama sesembahan umum yang merujuk kepada pencipta langit dan bumi. Pencipta alam semesta ini disebut Allah. Dan selain nama Allah sebagai nama sesembahan, Kristen juga menggunakan kata “Tuhan” untuk dialamatkan kepada pencipta. Demikian juga dengan agama Islam. Agama Islam memakai kata “Tuhan” sebagai nama sesembahan, atau nama umum yang diberikan kepada Kristen dan Islam sama-sama menggunakan kata “Allah” untuk menyebut pencipta alam semesta. Perbedaan kata “Allah” dalam Alkitab dan Al-quran. Dalam Alkitab kata “Allah” tidak diikuti dengan singkatan “SWT”. Sementara dalam Al-quran kata “Allah” memakai “Subhanahu wa ta’ala singkatan” yang disingkat “SWT”. Di sepanjang Alkitab kita tidak menemukan kata “Allah SWT”, yang kita temukan hanya kata “Allah” saja. SWT singkatan dari Subhanahu wa ta’ala artinya “Mahasuci dan Mahatinggi”.Penyebutan kata “Allah” dilafalkan secara berbeda oleh orang Kristen dan orang Muslim. Orang Kristen di Indonesia dan Malaysia menyebutnya “Allah” dengan cara penyebutan biasa, sementara orang muslim menyebutnya “Aulloh”.Kristen menyebut kata “Allah” sebagai nama sesembahan umum. Dalam iman Kristen “Allah” bukan nama diri nama pribadi. Karena nama diri sesembahan umat Kristen adalah Yesus Kristus. Sementara nama diri sesembahan umat Islam disebut sebagai “Allah”.Islam hanya memiliki satu nama sesembahan umum yaitu “Tuhan”. Sementara Kristen memiliki dua nama sesembahan umum yaitu “Tuhan” dan “Allah”.Allah yang dirujuk oleh orang Kristen adalah Yesus Kristus, sementara Allah yang di rujuk oleh agama Islam adalah “Allah SWT”. Bagi kelompok Kristen yang menolak kata Allah karena kata itu katanya milik agama Islam mau tidak mau kita harus berkata mereka ini orang-orang yang buta sejarah. Karena sejarah mencatat sebelum kata “Allah” digunakan oleh orang Kristen dan orang Islam, kata “Allah” sudah ada dan digunakan sebagai nama pribadi sesembahan agama di Arab Saudi. Sebelum Muhammad membawa agama Islam ke tanah Arab pada abad ke 7, kata “Allah” itu sudah ada. Semua lulusan pesantren tahu fakta itu, tetapi umat muslim kebanyakan tidak mengetahui hal itu. Masalah umat muslim membuat singkatan SWT kepada nama Allah mereka, itu adalah urusan iman mereka. Atau apakah nama Allah yang mereka gunakan itu adalah ilham dari sesembahan mereka itu adalah soal yang berbeda. Tetapi fakta yang tidak dapat disangkal adalah kata “Allah” sudah ada dan digunakan JAUH sebelum Muhammad membawa agama Islam ke Mekkah. Kepustakaan AlkitabAl-quranTafsir al-Kabir/Mafatih al-GhaybHenry C. Thiessen, direvisi oleh Vernon D. Doerksen, Sistematik Teologi Gandum Mas, 2010.Norman Geisler, Sistematic Theology in one Volume Bethany House Publisher, 2011.
bukti tuhan itu ada menurut kristen